Selasa, 20 November 2012

Persebaya diundang Piala Gubernur
Aceh 2012

Persebaya Surabaya kembali mendapat undangan turnamen pra musim. Kali ini Piala Gubernur Aceh 2012 yang menginginkan partisipasi klub berjuluk Bajul Ijo tersebut.

"Kita dapat undangan turnamen pramusim di Aceh tanggal 6-14 Desember," terang pelatih Ibnu Grahan.

Selama ini undangan turnamen yang diterima Persebaya selalu gagal diikuti. Batik Cup di Solo terkendala faktor keamanan, Bali Devata Cup juga menguap tak jelas, sampai sebuah turnamen di Jakarta yang diyakini adalah Trofeo Persija juga gagal diikuti.

Bahkan bukan hanya itu saja, Pahlawan Cup yang digagas Persebaya sendiri, harus mundur. Belum ada keputusan pasti kapan turnamen ini bakal berlangsung. Hanya perkiraan waktu kisaran antara Desember hingga Januari nanti yang diungkapkan.

Terkait turnamen di Aceh, Ibnu mengaku kalau undangan tersebut bagus untuk proses awal setelah pemain dikontrak. Sebab turnamen ini tak hanya diikuti klub Indonesia saja. "Selain kita ada Persema Malang juga. Klub dari Thailand dan Singapura juga ada," terangnya.

Namun, klub berjuluk Bajul Ijo itu lebih memikirkan proses kontrak pemainnya per 01 Desember nanti. Bisa saja, undangan turnamen ini hanya numpang lewat saja di markas Persebaya.

"Sepertinya kita tidak ikut. Kita saat ini fokus negosiasi kontrak saja agar pemain bisa dapat kejelasan," tandas pelatih berusia 45 tahun ini. (fjr/dzi) Sumber: Bola.net

Salam 1 Nyali Tanpa Anarki WANI

Rabu, 14 November 2012

Bonek Galang Koin Timnas Indonesia


Bonek & Panser Biru (GOAL.com/Arief Setiadi)






Bonek Galang Koin Timnas Indonesia


Tidak dicairkannya dana untuk tim nasional Indonesuia mengundang keprihatinan Bonek. Suporter fanatik Persebaya ini langsung tergerak menggelar gerakan galan koin Timnas Indonesia to AFF 2012. Rencananya, kegiatan ini bakal digelar di Taman Bungkul Jl Raya Darmo Surabaya, Minggu (11/11).

"Kita gelar di jalan protokol di Surabaya. Kebetulan bersamaan program car free day," terang Dedy Ambon, koordinator aksi.
Menurut salah satu pentolan Bonek Brotherhood ini, awalnya kegiatan tersebut dirancang dalam bentuk tanda tangan dukungan pada Timnas di atas kais putih sepanjang 1 km. Kain itu akan dibawa ke Malaysia saat Piala AFF nanti.

"Tapi begitu dengar kabar Menpora tidak mencairkan dana bagi Timnas kami langsung bergerak menggalan koin. Temen temen suporter di daerah lain juga lakukan hal yang sama," tandasnya.

Bonek mengaku heran dengan sikap Menpora Andi Mallarangeng tersebut. Menurutnya, sikap tersebut sangat kontradiktif dengan slogan nasionalisme yang kerap disuarakan.

"Dia selalu ceramah soal nasionalisme. Tapi kini, sikapnya justru sangat kontradiktif. Kami justru ragukan nasionalisme seorang Andi Mallarangeng. Jangan jangan dia memang sengaja mendukung Malaysia atau negara lain di AFF nanti," sergahnya.

"Kami juga membaca di media bahwa langkah ini akibat intervensi dari parpol tertentu. Kalau benar, sungguh ironis sepakbola di negeri ini," pungkasnya. (gk-31)





Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Indonesia di ajang Nike The Chance 2012, Evan Dimas, jadi rebutan antara Persebaya dan Persija Jakarta ISL. Persebaya merasa paling berhak memiliki Evan karena sang pemain bernaung di bawah klub Internal Bajul Ijo yakni Mitra Surabaya.

Sedang Persija Jakarta sudah intens mendekati Evan sejak pemain itu memperkuat Timnas U-17.

"Saya belum tahu mau gimana. Bingung juga," kata Evan.

Sebetulnya, Evan ingin di Persebaya. Kebetulan, beberapa seniornya di kompetisi internal juga tergabung di sana. Andik Vermansyah, Taufik, dan Rendi Irwan, misalnya.

Evan pun sempat ikut seleksi tahap pertama beberapa waktu silam. Hanya, keinginan itu terbentur kebijakan klubnya, Mitra Surabaya, yang menahan Evan. Pihak klub ingin ada permintaan resmi dari Persebaya terlebih dulu.

Akan halnya Persija Jakarta, Evan mengaku, dulu sempat diberitahu pengurus klubnya. "Dulu memang sempat diberitahu. Nggak tahu sekarang. Mungkin langsung ke pengurus," akunya.

Menariknya, Persebaya Divisi Utama (DU) juga ikut meramaikan perburuan. Pelatih Miroslav Janu meminta pada manajemen Persebaya DU agar menghadirkan Evan ke lapangan.

"Saya ingin lihat kemampuannya dulu. Katanya dia sempat ke Barcelona dan memperkuat Timnas," tukas Janu.

Kondisi ini makin membuat bingung Evan. Alhasil, keponakan pemain Persebaya, Feri Ariawan, ini memilih menyelesaikan kuliah dulu.

"Saya konsentrasi kuliah saja. Minggu-minggu ini saya juga sedang UTS (Ujian Tengah Semester)," ujar pemain yang mendapatkan beasiswa atlet dari Universitas Dr.Soetomo Surabaya ini.(goal/ICH)

Persebaya Masih Butuh Tenaga Veteran

Persebaya Masih Butuh Tenaga Veteran

Selasa, 13 November 2012 19:58 wib
Erol Iba.(foto:Dok SINDO)
Erol Iba.(foto:Dok SINDO)
SURABAYA - Persebaya Surabaya dikenal sebagai klub yang memiliki talenta-talenta berbakat. Tapi keberadaan pemain veteran di klub berjuluk Bajul Ijo ternyata masih ‘dilestarikan’. Buktinya, pelatih menginginkan pemain yang berumur itu tetap berkostum Persebaya.

Pelatih Persebaya Surabaya Ibnu Grahan menyebut ada tiga pemain senior yang masih dibutuhkan, yakni Erol Iba, Jusmadi, serta Mat Halil. Ketiganya dipandang mempunyai pengalaman yang bisa mengimbangi pemain-pemain muda Persebaya.

“Mental dan pengalaman memang menjadi alasan utama, selain kemampuan yang masih stabil. Kami banyak punya pemain muda, termasuk mungkin pemain magang. Jadi harus ada penyeimbang dengan mempertahankan pemain senior,” jelas Ibnu Grahan, dihubungi Selasa (13/11).

Ketiga pemain itu juga menjadi prioritas tersendiri dalam pembicaraan kontrak anyar nantinya. Ibnu optimistis ketiganya juga bersedia meneruskan karier di Persebaya tanpa khawatir bakal dibajak klub lain. Ibnu juga mengaku telah menanyakan komitmen ketiga pemain itu.

“Saya sudah sempat bicara dan mereka menyatakan bersedia bertahan di Persebaya musim depan. Secara teknis saya tidak meragukan mereka. Musim lalu semua pasti paham bagaimana permainan Mat Halil, Erol maupun Jusmadi,” beber Ibnu.

Situasi yang dihadapi Persebaya dalam mempertahankan pemain senior sedikit berbeda dengan pemain muda. Persebaya saat ini memang ketar-ketir dengan status sejumlah bintang muda, terutama Andik Vermansyah yang kontraknya sudah kedaluwarsa.

Klub kebanggaan Bonek lebih optimistis pemain senior bertahan karena relatif tak mendapat godaan. Sedangkan pemain seperti Andik menjadi komoditi yang diminati klub lain. Sehingga pembicaraan kontrak dengan pemain mungil itu juga sedikit istimewa.

“Tak bermaksud membedakan. Hanya saja saya sendiri sudah merasa yakin pemain senior berkomitmen dengan Persebaya, sehingga saya anggap bukan kendala. Jadi sementara konsentrasinya pada pemain yang muda-muda yang banyak diminati klub lain,” terangnya.

Erol Iba sendiri saat dihubungi menyatakan siap membubuhkan tandatangannya musim depan. Pemain yang pernah mampir di Semen Padang, Arema FC, dan Persipura Jayapura ini belum berniat mencari klub baru.

“Saya tunggu saja perkembangannya mas. Untuk sekarang belum (tandatangan kontrak). Saya sendiri sudah cocok di Persebaya dan manajemen juga mengatakan akan bicara soal kontrak. Saya tetap di sini (Persebaya) kok,” tutur Erol.

Dua musim menjadi bagian Bajul Ijo, Erol masih relatif stabil sebagai pilar utama walau musim lalu sering diganggu cedera. Pemain dengan pembawaan kalem tersebut juga masih menjadi bek kiri terbaik Persebaya sekarang ini.